Itu adalah kantor kecil dengan hanya satu karyawan… Saya meminta istri saya membantu mengerjakan pekerjaan-pekerjaan kecil sebagai pekerja kantor… Kemudian suatu hari, kami menerima telepon keluhan dari Bapak Nagata, presiden sebuah perusahaan konstruksi yang merupakan salah satu klien kami… Saya ingin segera pergi dan meminta maaf, tetapi sayangnya saya tidak dapat hadir hari itu karena urusan lain, jadi istri saya, yang bekerja sebagai pekerja kantor, pergi untuk meminta maaf atas nama saya kepada presiden Nagata Construction yang mengintimidasi itu, sambil membawa sekotak permen… Tetapi pada akhirnya, bahkan karyawan pria yang saya percayai pun ikut mempermalukan istri saya…!






